Banyak orang yang harus rela sering membeli jas hujan karena kurang awet. Sobek menjadi penyebab utama kerusakannya. Sebenarnya tidak sepenuhnya karena bahan yang kurang baik ya, cara merawat juga menentukan sampai kapan si jas hujan bisa bertahan. Disaat kondisi seperti ini, biasanya pengendara membeli jas hujan berdasarkan harga termurah. Artinya yang penting bisa digunakan untuk kondisi dadakan. Tapi tahukah Anda, bahwa jas hujan memiliki masa pakai atau kadaluarsa?

Mengutip dari sebuah artikel di metrotvnews.com, hasil penelusuran penjual jas hujan di Jakarta, menjelaskan bahwa jas hujan memiliki umur pakai. Jas hujan bisa juga bolong meski tak pernah dikenakan. Cara mengetahui jas hujan masih bisa dipakai atau tidak pun terbilang mudah. Pemilik jas hujan bisa menerawang jas hujan ke lampu di ruangan yang agak gelap.

Jika ada berkas sinar lampu yang tembus, berarti kondisi jas hujan sudah tidak bagus. Biasanya umur jas hujan biasanya tidak sampai satu tahun. Jika sudah lama, pengendara bisa memeriksakan jas hujannya agar jas hujan bisa selalu siap pakai jika dibutuhkan.

 

 

Nah, dengan keadaan seperti itu, maka sebelum kita merawat jas hujan, pastikan kita membeli dengan kualitas yang baik. PLEVIA menghadirkan OPUS XL, dengan ketebalan 2 kali lipat dan ukuran yang lebih besar, diharapkan mampu mengatasi masalah ke-tidak-awet-an jas hujan dari segi bahan.

OPUS XL, dibuat dengan multifungsi, tidak hanya saat berkendara. Bisa aman digunakan untuk pekerja luar ruangan. Jas hujan menjadi salah satu properti wajib bagi mereka di kala hujan. Helm proyek, sepatu boot menjadi pelengkap

penggunaannya. Untuk produk ini, mengapa dibuat lebih besar? Karena agar seluruh badan dapat terkover dan menjadi benar – benar pelindung tubuh. Dengan kancing di leher juga menjadi perekat supaya pekerja dapat tetap nyaman bekerja dibawah guyuran hujan. Ukuran yang besar juga sebagai nilai plus karena bagi anda yang berkendara dengan membawa tas punggung, bisa aman dan tetap kering. Supaya Plevia anda tetap awet dan bisa digunakan dengan nyaman, beberapa tips yang dilansir dari vivanews.com berikut ini perlu dilakukan :

  1. Bersihkan terlebih dahulu jas hujan saat tiba di tujuan. Air yang masih menempel bisa membuat jas hujan terlihat kotor dan kusam. Air yang menempel juga tidak semuanya bersih, sebagian sudah tercampur kotoran seperti lumpur dan debu yang terlontar dari ban belakang motor.
  2. Membersihkan jas hujan berbahan karet cukup dengan dilap menggunakan kanebo yang sudah dibasahi air bersih. Untuk jas hujan plastik, bilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum dilap.
  3. Bila kotoran susah hilang, coba gunakan sabun cuci piring, atau sabun mandi. Bila ingin mencuci dengan deterjen, gunakan yang berbahan cair karena teksturnya lebih halus. Caranya cukup dengan menggosok jas hujan dengan sabut halus untuk mencuci piring, atau sikat gigi yang tidak terpakai. Jangan menggosok terlalu keras karena bisa merusak serat plastiknya.
  4. Setelah dicuci, keringkan menggunakan lap bersih, atau kanebo dan kemudian gantung jas hujan di tempat yang banyak anginnya. Jangan menjemur di bawah terik matahari, karena bisa membuat jas hujan menjadi getas.
  5. Setelah kering, lipat dan simpan kembali jas hujan di tempat yang kering. Bila akan disimpan di bawah jok, pastikan tidak ada noda air di dalam bagasi jok. Jangan sekali-kali melipat jas hujan yang masih basah, karena bisa membuatnya lengket dan susah untuk digunakan.
  6. Lakukan hal diatas secara rutin ya, jas hujan anda akan tetap nyaman walaupun dengan pemakaian yang cukup lama.

OPUS XL sudah tersedia di toko – toko terdekat, dengan beberapa varian warna maskulin dengan kualitas terbaik yang siap menemani aktivitas berat musim hujan anda. September, harus ceria. Hujan, harus Plevia! 🙂

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *